Perkuat Ketangguhan Desa Pesisir, KKN Tematik UHO Kendari dan Basarnas Bekali Warga Tapulaga Keterampilan Tanggap Darurat Bencana

News46 views

Konawe II LumbungsuaraIndonesia.com Upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman bencana terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga penyelamatan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo Kendari bersama Basarnas Kota Kendari menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Tanggap Darurat dan Evakuasi bagi Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu, 29/7/26.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di kawasan pesisir. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis agar mampu melakukan respons awal secara cepat, tepat, dan aman ketika terjadi keadaan darurat.

Desa Tapulaga merupakan wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Pulau Bokori. Kondisi geografis tersebut menempatkan desa ini pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti abrasi pantai, tanah longsor, gelombang pasang, banjir rob, hingga potensi tsunami. Selain itu, aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan yang cukup tinggi juga menyebabkan risiko kecelakaan kapal nelayan masih sering terjadi.

Baca Juga:  Polwan Presisi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Kapolda Sultra Buka Syukuran HUT ke-76 Polwan

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UHO Kendari yang juga Kepala Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana LPPM UHO Kendari Amadhan Takwir, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan elemen penting dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Ketika bencana terjadi, masyarakat merupakan pihak pertama yang berada di lokasi kejadian. Oleh karena itu, kemampuan dasar mengenai tanggap darurat dan prosedur evakuasi harus dimiliki setiap warga agar mampu melindungi diri, memberikan pertolongan awal kepada korban, serta meminimalkan risiko sebelum bantuan dari instansi terkait tiba, ujarnya.

Menurut Amadhan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi fokus utama program KKN Tematik UHO di Desa Tapulaga sebagai bentuk implementasi pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dalam mendukung terwujudnya desa yang tangguh terhadap bencana.

Baca Juga:  Keselamatan Publik Terancam, LIRA Sultra Minta Gakkum LLAJ Hentikan Aktivitas Hauling Overload PT St. Nickel

Dalam pelatihan tersebut, Basarnas Kota Kendari menghadirkan Andi Muhammad Akbar dan Faqihuddin Zahroni sebagai narasumber sekaligus instruktur lapangan. Keduanya memberikan materi mengenai teknik dasar evakuasi korban yang dapat diterapkan pada berbagai situasi kedaruratan.

Peserta memperoleh pelatihan praktik mengenai sejumlah metode evakuasi, di antaranya shirt drag, blanket drag, shoulder drag, hingga fire fighter drag, yang disesuaikan dengan kondisi korban dan medan di lapangan. Teknik-teknik tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko cedera lanjutan saat proses penyelamatan berlangsung.

Selain praktik evakuasi, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan kejadian darurat kepada Basarnas, mulai dari informasi yang harus disampaikan hingga prosedur koordinasi dalam pelaksanaan operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan.

Tidak semua kondisi darurat harus menunggu petugas tiba di lokasi. Pengetahuan mengenai teknik evakuasi yang benar serta prosedur pelaporan kepada Basarnas akan sangat membantu mempercepat proses penanganan sehingga peluang keselamatan korban menjadi lebih besar, jelas Andi Muhammad Akbar.

Baca Juga:  Satu Dekade Kepemimpinan Jokowi, Polri Bentuk Ditressiber di 8 Polda

Sementara itu, Kepala Desa Tapulaga, Marhaban, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan secara langsung oleh personel Basarnas menjadi pengalaman baru sekaligus bekal penting bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ini merupakan pengalaman pertama bagi masyarakat Desa Tapulaga memperoleh pelatihan langsung dari tenaga profesional di bidang pencarian dan penyelamatan. Kami berharap pengetahuan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat, katanya.

Melalui sinergi antara Universitas Halu Oleo Kendari,  Basarnas Kota Kendari, pemerintah desa, dan Kelompok Siaga Bencana, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana secara mandiri. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pengembangan ketangguhan desa berbasis partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam upaya pengurangan risiko bencana.

. . . . . . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar