Kendari /// LumbungsuaraIndonesia.com PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp200 juta kepada 80 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA).
Bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Maju Bersama yang diinisiasi Bank Sultra sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi Mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Momentum tersebut dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan akses terhadap pendidikan.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Melalui program CSR ini, Bank Sultra berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya kuliah,” ujar Andri dalam keterangannya, Selasa, 30/6/2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bank Sultra Cabang Lasusua, Ernawati, kepada Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding. Prosesi tersebut menjadi representasi sinergi antara sektor perbankan, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Dana CSR sebesar Rp.200 juta tersebut dialokasikan untuk membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP selama satu semester bagi 80 mahasiswa UMKOTA. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp. 2,5 juta.
Adapun penerima manfaat terdiri atas 57 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 22 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, dan satu Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer.
Andri menegaskan bahwa penerima beasiswa diprioritaskan bagi Mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, anak guru, serta tenaga honorer yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus menekan potensi mahasiswa putus kuliah akibat kendala finansial.
Di sisi lain, pihak Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bank Sultra. Bantuan tersebut dinilai tidak hanya meringankan beban ekonomi Mahasiswa, tetapi juga menjadi stimulus untuk meningkatkan motivasi belajar, mempercepat penyelesaian studi, serta mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pembangunan Daerah.
Melalui Program Kemitraan Maju Bersama, Bank Sultra terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Kolaborasi yang terjalin antara dunia perbankan, pemerintah, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, sehingga semakin banyak generasi muda Sulawesi Tenggara memperoleh kesempatan mengembangkan potensi Akademik tanpa terkendala faktor ekonomi.


.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar