Dua Akademisi Senior Ramaikan Bursa Pilrek UHO 2026 – 2030, Dinamika Kepemimpinan Kampus Mulai Menghangat

News133 views

Kendari /// LumbungsuaraIndonesia.com Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo Kendari Periode 2026–2030 mulai menunjukkan dinamika Politik Akademik yang semakin menguat.

Dua nama yang sebelumnya ikut bersaing dalam Pilrek UHO 2025, yakni Dekan Fakultas Farmasi UHO Prof. Ruslin dan Wakil Rektor IV UHO Prof. Takdir Saili, kembali menyatakan kesiapan mereka untuk bertarung memperebutkan kursi pimpinan perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.

Keduanya bukan figur baru dalam percaturan kepemimpinan kampus UHO. Pada pemilihan sebelumnya, mereka turut menjadi bagian dari proses demokrasi akademik sebelum akhirnya kontestasi dimenangkan oleh almarhum Prof. Armid.

Pada tahapan pendaftaran Pilrek tahun ini, Prof. Ruslin tercatat sebagai kandidat pertama yang menyerahkan berkas pencalonan kepada panitia pada Senin, 18 Mei 2026. Selang dua hari kemudian, Prof. Takdir Saili menyusul dengan melakukan pendaftaran resmi di Sekretariat Panitia Pilrek UHO, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam keterangannya kepada para awak Media, Prof. Ruslin menuturkan bahwa keputusannya kembali maju dilandasi oleh komitmen pengabdian panjangnya terhadap institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sejak puluhan tahun silam.

Baca Juga:  Jalan Trans Sulawesi Jadi Langganan Banjir, Kades Sambandete Dan F-PRB Konut Minta BJN Bangun Jembatan Layang

Guru besar di bidang Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal itu menjelaskan, dirinya telah menjadi bagian dari UHO sejak pertama kali menempuh pendidikan sebagai mahasiswa pada 9 April 1994. Sejak saat itu, ia meniti karier akademik mulai dari dosen hingga dipercaya memimpin Fakultas Farmasi selama dua periode.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong transformasi dan penguatan reputasi UHO agar semakin kompetitif di tingkat nasional.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim demokrasi kampus yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada persatuan sivitas akademika.

UHO Kendari adalah milik bersama, bukan milik kelompok tertentu. Karena itu seluruh proses demokrasi kampus harus dijaga dalam suasana yang damai, bermartabat, dan saling menghargai, ujarnya.

Baca Juga:  Terapi Gelembung Nano ‘RAHO Club, IMI dan TNI AL’, Dobrak Dunia Kesehatan

Sementara itu, Prof. Takdir Saili menyampaikan optimismenya menghadapi Pilrek 2026 dengan bekal pengalaman birokrasi dan tata kelola perguruan tinggi yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun.

Ia mengungkapkan, berbagai posisi strategis yang pernah diembannya, mulai dari Kepala Laboratorium, anggota senat universitas, Direktur Pascasarjana, hingga Wakil Rektor, menjadi modal penting dalam memahami arah pengembangan institusi ke depan.

Menurut Takdir, momentum Pilrek harus dimaknai sebagai ruang evaluasi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat kualitas tata kelola universitas secara menyeluruh.

Ia menambahkan bahwa konsep pembangunan institusi dan arah kebijakan strategis UHO ke depan akan dipaparkan secara komprehensif dalam agenda penyampaian visi dan misi yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni mendatang.

Harapan dan target tentu harus jelas. Saya maju dengan kesiapan dan keyakinan untuk membawa UHO lebih progresif dan kompetitif, ungkapnya.

Takdir juga berharap seluruh proses Pilrek dapat berlangsung dalam semangat kekeluargaan serta menjadikan berbagai dinamika pada pemilihan sebelumnya sebagai bahan refleksi untuk menghadirkan proses demokrasi akademik yang lebih baik.

Baca Juga:  YA-SAM Paparkan Visi " Bangun Konawe Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera" saat Debat Kandidat di KPU Konawe

Di sisi lain, Ketua Panitia Pilrek UHO, Dr. Alin Bain, membenarkan bahwa hingga saat ini baru dua bakal calon yang resmi mendaftarkan diri kepada panitia.

Ia menjelaskan, seluruh dokumen administrasi kedua kandidat masih berada pada tahapan pemeriksaan awal dan belum memasuki proses verifikasi final.

Menurutnya, panitia akan melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap seluruh persyaratan administrasi maupun dokumen pendukung lainnya guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk sementara, kedua pendaftar telah tercatat sebagai bakal calon rektor. Namun proses verifikasi masih terus berlangsung karena ada sejumlah tahapan lanjutan yang harus dipenuhi, jelasnya.

Panitia Pilrek, lanjut Alin, berkomitmen menjaga integritas dan transparansi seluruh tahapan pemilihan agar proses demokrasi di lingkungan kampus tetap terjaga dengan baik kondusif dan harmonis, tutupnya.

. . . . . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar