Pemprov Sultra Terapkan Pola Kerja Fleksibel, Dorong Efisiensi dan Pelayanan Publik yang Lebih Optimal

News740 views

Kendari//LumbungsuaraIndonesia.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mendorong efisiensi kinerja aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat memimpin apel gabungan ASN lingkup Pemprov Sultra di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (6/4/2026).

Dalam arahannya, Gubernur memperkenalkan kebijakan baru berupa pengaturan pola kerja ASN, yakni empat hari bekerja di kantor mulai Senin hingga Kamis, serta satu hari bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sekaligus bagian dari strategi pemerintah dalam merespons dinamika dan ketidakpastian global.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Sultra Gencarkan Operasi Keselamatan Anoa 2025 di Kendari

Menurutnya, kondisi global saat ini berpotensi berdampak pada ketersediaan energi seperti BBM dan LPG. Oleh karena itu, langkah efisiensi dinilai penting agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya penghematan aktivitas harus tetap sejalan dengan optimalisasi kinerja.

Gubernur juga menekankan bahwa pelaksanaan WFH tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan produktivitas. Sebaliknya, sistem kerja ini harus mampu mendorong ASN untuk tetap bekerja secara maksimal dan profesional. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala setiap bulan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan efektif dan responsif.
Selain itu, Pemprov Sultra turut menggagas gerakan moral ASN sebagai bentuk kesadaran kolektif dalam mendukung efisiensi dan peningkatan pelayanan.

Baca Juga:  Akhirnya Direktur PT. Tristaco Mineral Makmur dan Kuasa Direktur PT. Cinta Jaya Resmi Tersangka, Semua Karena Pesona Kilau Ore Nikel Block Mandiodo.

Gerakan ini diharapkan tumbuh dari hati nurani ASN, bukan sekadar kewajiban formal, melainkan sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai langkah sederhana namun berdampak, Gubernur juga mendorong penggunaan sepeda bagi ASN sebagai bagian dari upaya penghematan energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terus terjaga dan pelayanan publik semakin berkualitas.

Komentar