Kendari/Lumbungsuaraindonesia.com Matahari belum tinggi saat ratusan peserta mulai memadati halaman Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Seragam sekolah dari berbagai warna, rompi panitia, hingga atribut kampus dari berbagai daerah tampak berseliweran. Suasana pagi itu menandai dimulainya salah satu agenda akademik terbesar FMIPA UHO : Gebyar Matematika Sains (GAMES) 2025.
Di balik ramainya peserta, suasana hangat dan penuh antusias terasa sejak hari pertama. GAMES tak sekadar perlombaan; ia telah menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda yang memiliki kecintaan pada matematika ilmu yang sering dianggap “berjarak”, tetapi justru melahirkan pemikir-pemikir besar di banyak bidang.
Dua Skala Lomba : Dari Kelas SD Hingga Perguruan Tinggi Nasional
Tahun ini, GAMES 2025 menghadirkan dua tingkatan kompetisi: Regional dan Nasional.
Tingkat Regional ; Menyemai Minat Sejak Dini
Pada kategori regional, peserta berasal dari berbagai sekolah dasar, menengah, hingga sekolah menengah atas. Mereka mengikuti tiga cabang lomba:
Olimpiade Matematika
Peserta berhadapan dengan soal-soal yang menguji nalar, logika, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah numerik.
Lomba Cerdas Tangkas Matematika (LCTM)
Tim-tim sekolah saling beradu kecepatan, insting, serta strategi dalam menjawab soal secara langsung.
Ranking 1.
Lomba yang menuntut ketahanan mental dan konsistensi peserta, karena satu jawaban keliru bisa langsung menggugurkan posisi.
Di ruang-ruang kelas FMIPA, wajah-wajah tegang bercampur dengan tawa lepas dari para siswa yang keluar ruangan usai mengerjakan soal sebuah gambaran bahwa lomba bukan sekadar “ujian”, tetapi pengalaman belajar.
Tingkat Nasiona l: Pertarungan Intelektual Mahasiswa Indonesia.
Pada kategori nasional, tantangan diperuntukkan bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Ada tiga cabang utama:
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)
Menguji ketajaman analisis peserta dalam merumuskan isu dan gagasan ilmiah.
Calculus Competition
Ajang pengujian kemampuan mahasiswa dalam materi kalkulus tingkat lanjut.
Mathematical Statistics Competition
Lomba yang menempatkan peserta pada serangkaian persoalan statistik yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Ruang presentasi dipenuhi diskusi kritis, sementara ruang lomba tertulis menjadi saksi bisu para mahasiswa menaklukkan soal-soal berkategori menengah hingga tingkat “expert”.
Misi GAMES : Menemukan Talenta Unggul dari Timur Indonesia.
Ketua panitia GAMES 2025, Sulistya Dhimas Prasojo, menegaskan bahwa ajang ini dirancang bukan sekadar untuk memberikan piala, tetapi sebagai wadah identifikasi dan pengembangan talenta.
Gebyar Matematika hadir dalam rangka mencari bibit-bibit dan talenta-talenta unggulan dalam konteks Matematika, ucapnya.
Sulistya menyebut, meski GAMES digelar di Kendari, peserta yang datang menunjukkan keberagaman luar biasa, baik dalam kemampuan maupun latar belakang daerah. “Inilah mengapa GAMES menjadi penting. Ia mempertemukan anak-anak terbaik untuk tumbuh bersama, lanjutnya.
Pesan Ketua Jurusan : Menang Itu Bonus, Belajar Itu Tujuan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Matematika FMIPA UHO,
Dr. Muh. Kabil Djafar, ST., M.Si., memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tolok ukur dalam sebuah perlombaan.
Yang menang tetap pertahankan, yang belum menang berusaha untuk menang, pesannya.
Baginya, kompetisi ini adalah ruang pembelajaran: belajar menerima hasil, belajar menghargai proses, dan belajar meningkatkan kemampuan diri.
Lebih dari Sekadar Lomba.
Di sela perlombaan, interaksi antara siswa, mahasiswa, guru pembimbing, hingga dosen, menciptakan suasana akademik yang hidup. Banyak peserta yang datang tidak hanya untuk bertanding, namun juga ingin melihat dunia kampus sebuah pengalaman yang dapat menjadi awal cita-cita baru.
Bagi FMIPA UHO, GAMES merupakan langkah strategis untuk menunjukkan kapasitas akademik dan komitmen kampus dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan matematika di Indonesia bagian timur.
Dengan semakin berkembangnya peminat GAMES dari tahun ke tahun, FMIPA UHO optimistis bahwa wadah ini akan terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara logika, namun juga siap bersaing di tingkat lebih tinggi.


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar