Camat Laeya Beri Himbauan Kepada Masyarakatnya Yang Sedang Berkonflik Dengan Pihak Tambang Agar Bisa Ciptakan Kondusifitas Yang Aman

News180 views

Konsel, lumbungsuaraindonesia.com Pro kontra masyarakat Desa Torobulu perihal PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang sampai hari ini masih menjadi Polemik, Haris Toyeb sebagai Kepala Pemerintahan di Kecamatan Laeya/Camat akhirnya memberikan Himbauan kepada semua pihak.

Haris meminta warga yang berkonflik dengan perusahaan tambang nikel PT WIN agar sementara ini menahan diri dan menciptakan suasana kondusif di wilayah Torobulu.
Ditemui awak media, Camat Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu mengatakan terkait kesalahpahaman dilokasi IUP PT WIN antara masyarakat yang pro dan kontra, dirinya selaku aparat pemerintah setempat mengaku berada di tengah-tengah.

“Saya berada ditengah-tengah masyarakat yang pro dan kontra dengan aktivitas PT WIN. Fungsi saya disini untuk membantu mediasi yang bisa mencari jalan keluar polemik antara kedua pihak tersebut. Intinya saya berada di pihak yang netral,” kata Haris, di Konsel, Rabu 25 Oktober 2023.

Baca Juga:  Pers Konut FC Tumbang atas Bhayangkara FC Pada Perhelatan HPN 2023

Menurutnya, pada prinsipnya pemerintah kecamatan Laeya mengedepankan kepentingan orang banyak, oleh karena itu dari sekian banyak kesempatan pertemuan dengan masyarakat yang pro dan kontra bahkan dengan perusahaan pihaknya hanya sebatas membantu mencarikan solusi.

“Aparat TNI dan Polri serta pemerintah kecamatan dan desa berupaya maksimal untuk menciptakan situasi yang sejuk di Desa Torobulu dengan menyambungkan komunikasi antarwarga yang pro dan kontra,” ujar Haris.

Selama konflik berkepanjangan, Camat Laeya Haris Toyeb juga siap melakukan dialog bersama pihak perusahaan dengan pihak masyarakat yang pro dan kontra. “Oleh karena itu sampai saat ini kami masih melakukan upaya dan berharap agar masyarakat dapat mempertimbangkan sehingga situasi kehidupan mereka  tidak lagi menjadi potensi terjadinya keresahaan atau polemik yang bisa menyebabkan gesekan antara mereka nantinya,” sambungnya.

Meski demikian, Camat Laeya mengajak masyarakat yang pro dan kontra dalam kegiatan penambangan di Desa Torobulu untuk duduk bersama dan memberikan masukan.

Baca Juga:  Jalan Sehat dan Senam Bersama Warnai HUT Korpri ke 52 Oleh Pemprov Sultra.

“Setiap kritikan kami terima sebagai masukan untuk bahan perbaikan. Kami sangat membuka diri untuk sebuah dialog yang terbuka dengan siapa saja demi kebaikan bersama agar kegiatan penambagan di Desa Torobulu tetap memberi manfaat kepada masyarakat sekitarnya,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat yang berkonflik agar bisa menyikapi hal tersebut dengan bijak dan arif. Pemerintah Kecamatan Laeya selalu mengedepankan yang aturan main yang baik untuk pihak perusahaan dan masyarakat.

“Kita harus mengedepankan yang namanya hukum dan aturan. Adapun kami selaku pemerintah sebagai perpanjangan tangan dan saya berkewajiban membantu masyarakat mencarikan solusi serta jalan keluar dari permasalahan ini,” imbuhnya.

Kata dia, artinya masyarakat yang merasa terdampak akibat kegiatan PT WIN agar sementara ini tidak melakukan aksi-aksi anarkis dengan menghentikan kegiatan pertambangan PT WIN dilapangan secara sporadis. “Kita tawarkan solusi-solusi yang bisa di tempuh, maka dari itu mungkin pada waktu dekat ini kita bisa mencoba untuk mediasi dengan cara persuasif,” bebernya.

Baca Juga:  Anton Timbang Peringati Hari Ulang Tahun Kasiturusanna Sang Torayan (Kastor) Ke 59 Secara Megah dan Meriah di Kediamannya

Untuk mencegah ketegangan, Haris juga mengajak dan menghimbau pihak perusahaan dan Masyarakat yang pro dan kontra agar belajar yang lebih bijak lagi. “Marilah kita bergandengan tangan dan menciptakan suasana yang kondusif aman dan nyaman di Desa Torobulu. Saya bersama Pak Kades Torobulu sebagai perwakilan dari pemerintah setempat juga mencegah agar hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi di wilayah.

“Oleh karena itu kita berupaya kedepanya agar kepentingan masyarakat dan perusahaan bisa mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua pihak sepanjang mau mendegarkan pemerintah,” tandasnya. 

Komentar